Melalui PMI, Pemerintah Banjarnegara Salurkan Bantuan Tunai Tahap Pertama Untuk Korban Longsor Situkung



Pemerintah Kabupaten Banjarnegara, melalui Palang Merah Indonesia (PMI), mulai mendistribusikan bantuan langsung tunai (BLT) untuk masyarakat yang terdampak bencana longsor di Situkung, Pandanarum. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjarnegara, Aji Piluroso, menjelaskan bahwa bantuan ini diberikan atas perintah dan permintaan dari Komandan Pos Komando Tanggap Bencana Longsor Situkung.

"Bantuan langsung tunai dicairkan setelah mendapatkan persetujuan dari pemangku kebijakan dan melalui nomor rekening posko induk yang dikelola oleh PMI Banjarnegara," ujarnya.

Aji Piluroso menambahkan, pada tahap pertama ini, total bantuan langsung tunai yang disalurkan sebesar Rp 157.200.000,-. Bantuan ini diberikan dengan klasifikasi yang berbeda-beda sesuai dengan data dari pemerintah desa setempat.

“Pada tahap pertama, bantuan langsung tunai ini diberikan kepada beberapa kelompok masyarakat, termasuk pelajar dan mahasiswa yang menempuh pendidikan di luar Kecamatan Pandanarum dan Kabupaten Banjarnegara,” kata Aji.

Sebanyak 10 pelajar atau mahasiswa yang menempuh pendidikan di luar Kecamatan Pandanarum menerima bantuan senilai Rp 700.000,- masing-masing. Sedangkan 11 pelajar atau mahasiswa yang bersekolah di luar Kabupaten Banjarnegara menerima bantuan sebesar Rp 1.000.000,- per orang.

Selain itu, bantuan langsung tunai juga diberikan kepada 322 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak bencana alam longsor Situkung. Bantuan tersebut dibagi menjadi dua klasifikasi, yaitu korban terdampak langsung dan tidak langsung.

“Untuk korban terdampak langsung, yang meliputi RT 2, 3, dan 4, masing-masing KK menerima bantuan sebesar Rp 500.000,-. Sedangkan untuk korban terdampak tidak langsung, yang meliputi RT 1, menerima bantuan sebesar Rp 300.000,- per KK,” jelas Aji.

Salah satu penerima bantuan, David, warga Situkung RT 2 RW 3, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan oleh pemerintah. "Kami sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan dan juga kepada relawan PMI yang selalu hadir di setiap lini dan pos-pos untuk mendampingi kami selama masa darurat bencana. Pelayanan mereka sangat ramah dan membuat kami merasa nyaman," ujarnya.

David juga menambahkan bahwa bantuan yang diterima akan dimanfaatkan sebaik-baiknya selama ia dan keluarganya tinggal di pengungsian.

Terpisah, Plh Ketua PMI Banjarnegara, Noor Tamami, menjelaskan bahwa PMI diberikan mandat untuk mengelola bantuan donasi dan terus berkoordinasi untuk memastikan penerimaan serta pengeluaran dana dilaporkan secara transparan kepada masyarakat. "Kami memastikan pengelolaan donasi dilakukan dengan transparan dan dapat dipantau secara berkala melalui media sosial," ujarnya.

Noor juga menegaskan bahwa pengeluaran anggaran dilakukan dengan prosedur yang ketat dan harus disetujui secara tertulis oleh pejabat yang berwenang.**Alw


Posting Komentar

1 Komentar

  1. Kepada Yth. Pengurus PMI Kabupaten Banjarnegara / Panitia Penyaluran Bantuan

    Sebelumnya, saya ingin menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dedikasi dan bantuan yang telah disalurkan oleh PMI kepada warga terdampak bencana alam longsor Situkung di Kecamatan Pandanarum. Upaya kemanusiaan ini tentu sangat meringankan beban masyarakat.

    Namun, izinkan saya menyampaikan kritik dan saran terkait transparansi penyaluran bantuan kepada kelompok mahasiswa, sebagaimana yang telah dipublikasikan di media massa.

    Dalam berita tersebut disebutkan bahwa bantuan tahap pertama telah diberikan kepada 10 mahasiswa yang menempuh pendidikan di luar Kecamatan Pandanarum (senilai Rp 700.000,-) dan 11 mahasiswa di luar Kabupaten Banjarnegara (senilai Rp 1.000.000,-). Terkait hal ini, saya memiliki catatan penting:

    Ketidaksesuaian Informasi di Lapangan: Saya pribadi beserta keluarga merasa ada ketimpangan data. Hingga saat ini, saya sama sekali tidak menerima bantuan mahasiswa tersebut, padahal dalam publikasi disebutkan bahwa target sasaran sudah terpenuhi dan bantuan telah disalurkan.

    Transparansi Kriteria: Mengingat status saya sebagai mahasiswa aktif yang terdampak, saya mempertanyakan kriteria pemilihan penerima bantuan tersebut. Mengapa nama saya tidak termasuk, sementara informasi yang disebarluaskan menyatakan bantuan diberikan kepada kelompok pelajar/mahasiswa yang terdampak?

    Saran Validasi Data: Saya menyarankan agar pihak PMI melakukan verifikasi data yang lebih mendalam dan terbuka di tingkat desa/RT, agar tidak ada mahasiswa terdampak yang terlewatkan (tidak terakomodasi) sementara di laporan publikasi seolah-olah semua sudah tercover.

    Hal ini saya sampaikan demi menjaga amanah para donatur dan memastikan keadilan bagi seluruh warga yang benar-benar terdampak bencana.

    Hormat saya,

    Fedian Adianzar
    Mahasiswa UNSIQ Wonosobo, Semester 4
    (Warga terdampak bencana di Pandanarum)

    Saran tambahan untuk Fedian:
    Karena di berita tertulis bantuan tersebut diberikan berdasarkan "klasifikasi yang berbeda-beda sesuai dengan data dari pemerintah desa setempat", ada baiknya Fedian juga menanyakan hal ini ke Balai Desa atau Ketua RT setempat. Siapa tahu masalahnya ada pada pendataan di tingkat bawah sebelum diserahkan ke PMI.

    Apakah ada bagian lain yang ingin Anda tambahkan atau dipertegas?

    BalasHapus