Tentang Donor Darah
Apakah dengan Donor
Darah dapat menyehatkan?
Ya, Bila seseorang mendonorkan darahnya, tubuhnya akan
menggantikan volume darah dalam waktu 48 jam setelah donor, dan semua sel darah
merah yang hilang akan benar-benar diganti dalam waktu empat sampai delapan minggu
dengan sel-sel darah merah yang baru. Proses pembentukan sel-sel darah merah
yang baru akan membantu tubuh tetap sehat dan bekerja lebih efisien dan
produktif.
Mengapa harus donor
darah ?
Karena Donor darah adalah kegiatan yang positif dan
mulia dan kita bisa menolong sesama. Donor darah bisa membantu mereka yang
membutuhkan darah dalam situasi mendesak. Karena seringkali saat pasien dalam
kondisi kritis, pihak PMI atau rumah sakit tak memiliki stok darah yang cukup.
Nyatanya, donor darah tak hanya bermanfaat bagi penerima (resipien) saja, namun
pendonor juga menerima manfaat yang luar biasa. Banyak penelitian yang berhasil
membuktikan secara medis bahwa mendonorkan darah sebenarnya menguntungkan
Apa syarat-syarat untuk
mendonorkan darah?
Sehat jasmani dan rohani; Usia 17 sampai dengan 60
tahun dan Sampai 65 tahun untuk pendonor darah yang sudah rutin mendonorkan
darahnya sampai akhirnya berhenti atas pertimbangan dokter; Berat badan minimal
45 Kg; Tekanan darah normal (Sistole 100 - 180 dan Diastole 70 - 100); Kadar
haemoglobin 12,5-17,0 gr/dL%; Demi keamanan dan keselamatan pendonor sesuai
dengan PERMENKES 91 Tahun 2015 interval waktu sejak donor darah terkahir
minimal 2 bulan.
Jangan menyumbangkan
darah jika :
Mempunyai penyakit jantung dan paru; menderita kanker;
menderita tekanan darah tinggi (hipertensi); menderita kencing manis (diabetes
militus); memiliki kecenderungan perdarahan abnormal atau kelainan darah
lainnya; menderita epilepsi dan sering kejang; menderita atau pernah menderita
hepatitis B atau C; mengidap sifilis; ketergantungan narkoba; kecanduan minuman
beralkohol; mengidap atau beresiko tinggi terhadap HIV/AIDS; dokter menyarankan
untuk tidak menyubangkan darah karena alasan kesehatan;
Kapan harus menunda
untuk menyumbangkan darah ?
Sedang sakit demam atau influenza tunggu 1 minggu
setelah sembuh; setalah cabut gigi, tunggu 5 hari setalah sembuh; setelah
operasi kecil, tunggu 6 bulan; setelah operasi besar, tunggu 1 tahun; setelah
transfusi, tunggu 1 tahun; setelah tato, tindik, tusuk jarum, dan transplantasi
tunggu 1 tahun; bila kontak erat dengan penderita hepatitis, tunggu 1 tahun;
sedang hamil, tunggu 6 setelah melahirkan; sedang menyusui, tunggu 3 bulan
setelah berhenti menyusui; setelah sakit malaria, tunggu 3 tahun setalah bebas
dari gejala malaria; setelah berkunjung dari daerah endemis malaria, tunggu 1
tahun; bila tinggal di daerah endemis malaria selama 5 tahun berturut-turut,
tunggu 3 tahun setelah keluar dari daerah tersebut; bila sakit tipus, tunggu 6
bulan setelah sembuh; setelah vaksin, tunggu 8 minggu; ada gejala alergi tunggu
1 minggu setalah sembuh; ada infeksi kulit pada daerah yang akan ditusuk,
tunggu 1 minggu setelah sembuh;
Donor Trombosit
Donor Trombosit
Apheresis ?
Apheresis adalah
metode baru yang aman dalam pengkoleksian komponen darah, mudah dan lebih
efektif daripada cara konvensional. Dalam donasi darah pada metode apheresis,
hanya komponen darah tertentu yang dikoleksi (seperti trombosit, plasma atau
sel darah merah) sehingga komponen yang tidak diperlukan dikembalikan kedalam
tubuh pendonor. Satu kantong donor trombosit apheresis setara dengan 6 - 10
kantong donor trombosit biasa. Sebuah transfusi apheresis dari donor tunggal
sangat baik mengurangi resiko terjadinya reaksi sistem imun pada proses
transfusi dan juga mengurangi resiko terinfeksinya bakteri karena hanya
menerima darah dari donor tunggal sedangkan cara konvensional berasal dari
banyak pendonor.
Apa yang disebut
trombosit (platelet)?
Trombosit adalah
komponen dalam darah yang berperan penting untuk pembekuan darah. (Sering
disebut platelet)
Siapa yang memerlukan
transfusi trombosit ?
Pasien yang terganggu
sistem pembekuan darahnya karena sering mendapatkan pengobatan dengan radiasi,
kemo terapi, atau cangkok Stem Cell, leukimia, kanker, kelainan darah serta
demam berdarah dengue (DBD).
Adakah persyaratan
khusus untuk menjadi donor trombosit apheresis ?
Kesehatan umum baik,
tidak sedang demam, batuk/flu; tidak sedang minum obat (aspirin, antibiotika)
dalam satu minggu terakhir; tensi darah sistole 110 - 150 mmHg dan diastole 70
- 90 mmHg; berat badan minimal 55 Kg; kadar haemoglobin 12,5 - 17 gr/dl;
bersedia menandatangani informed concent.
Bagaimana teknik donor
trombosit berlangsung ?
Darah dari tubuh dialirkan
ke kantong darah kemudian diproses oleh mesin pemisah darah untuk memisahkan
trombosit dari whole blood, dan komponen darah lain akan dikembalikan kedalam
tubuh donor. Proses pengambilan darah, pemisahan trombosit dan pengembalian
darah donor disebut dengan satu putaran (1 siklus). Hal ini dapat dilakukan
berulang sesuai dengan jumlah trombosit yang kita inginkan. Prosedur
pengambilan trombosit apheresis memakan waktu 40 menit s.d. 1,5 jam
Apakah keuntungan bagi pendonor trombosit apheresis?
Sekali
menjadi pendonor apheresis dapat menyelamatkan 1 - 2 orang pasien yang berbeda;
Interval donor trombosit apheresis minimal 15 hari sekali dan maksimal 24 kali
dalam setahun karena trombosit akan pulih dalam 2x24 jam; Dengan donor
apheresis secara tidak langsung dapat mengetahui status kesehatan secara
berkala, meliputi : tekanan darah, nadi, tinggi badan, berat badan, hasil
labolatorium (haemoglobin, trombosit, leukosit, dll), mengetahui hasil
labolatorium infeksi menular lewat transfusi darah (IMLTD) seperti HIV,
Hepatitis B, Hepatitis C, Siphilis;
Apakah keuntungan bagi pasien penerima trombosit
apheresis?
Lebih
meningkatkan jumlah trombosit setelah transfusi. Selain itu, mengurangi reaksi
panas/demam akibat reaksi tranfusi darah non hemotik, mengurangi reaksi HLA
Alloimuniasasi, dan mengurangi penularan infeksi Cytomegalovirus (CMV) serta
bakteri; Dengan trombosit apheresis pasien hanya butuh 1 kantong trombosit
apheresis (yang mewakili 6 - 10 kantong darah trombosit konvensional)
Menjadi Relawan
Apakah pendonor darah
termasuk relawan Palang Merah Indonesia?
Peraturan Organisasi Palang Merah Indonesia, Nomor:
004/PO/PP PMI/I/2011 tentang sumber daya manusia dan pengembangannya
menyebutkan pendonor darah sukarela/DDS termasuk dalam relawan PMI. Bergabunglah
menjadi relawan PMI dengan mendonorkan darah anda, tetesan darah anda sangat
berarti bagi sesama.
Pendonor Darah Sukarela
Donor
Darah Sukarela (DDS) adalah orang yang dengan sukarela mendonorkan
darahnya. Banyaknya DDS yang rutin donor darah, dapat memenuhi kebutuhan darah
setiap hari. DDS membantu tersedianya darah sehat yang sudah siap diolah dan
siap digunakan kapan pun. Hal ini tentu sangat membantu pasien yang membutuhkan
darah.
Sayangnya,
jumlah DDS masih belum banyak atau baru 2-3% saja secara keseluruhan. Padahal
idealnya jumlah DDS itu minimal 4% dari jumlah penduduk suatu daerah. Sehingga
sangat penting bagi siapapun dapat menjadi DDS untuk membantu sesama
mendapatkan darah yang dibutuhkan.
Sebagai
bentuk apresiasi kepada para pendonor, PMI dan Pemerintah memberikan
piagam penghargaan kepada para DDS yang telah menyumbangkan darahnya sebagai
berikut :
- Penghargaan 10 Kali dari PMI
Setempat
- Penghargaan 25 Kali dari Bupati
atau Walikota
- Penghargaan 50 kali dan 75 kali
oleh Gubernur
- Penghargaan 100 Kali oleh
Presiden RI untuk menerima Satya Lancana Kebaktian Sosial
Penjelasan Biaya Transfusi Darah
1. Darah Bersumber dari Donor Sukarela
Darah yang digunakan untuk transfusi berasal dari pendonor yang menyumbangkan darahnya secara sukarela tanpa imbalan.
Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan aksi kemanusiaan untuk membantu sesama.
2. Darah Harus Melalui Proses Medis Sebelum Digunakan
Sebelum dapat diberikan kepada pasien, darah tidak bisa langsung digunakan.
Darah harus melalui serangkaian proses penting untuk menjamin keamanan dan kualitasnya, yaitu:
Tahapan Pengolahan Darah:
- Pemeriksaan golongan darah
- Skrining penyakit menular (HIV, hepatitis, sifilis, dan lainnya)
- Pemisahan komponen darah (plasma, trombosit, dan sel darah merah)
- Penyimpanan dalam peralatan khusus sesuai standar medis
Kebutuhan dalam Proses Ini:
- Peralatan medis berstandar tinggi
- Reagen atau bahan uji laboratorium
- Tenaga profesional (dokter dan analis kesehatan)
- Biaya operasional (listrik, distribusi, dan pemeliharaan alat)
3. Biaya yang Dikenakan adalah Biaya Pengganti Pengolahan Darah (BPPD)
Biaya yang dibayarkan oleh pasien bukan untuk membeli darah, melainkan untuk mengganti biaya proses yang telah dilakukan.
Biaya tersebut mencakup:
- Pengolahan darah
- Pengujian keamanan
- Penyimpanan
- Distribusi ke fasilitas pelayanan kesehatan
👉 Dengan demikian, yang dibayar adalah layanan medisnya, bukan darahnya.
Kesimpulan
Darah diperoleh secara gratis dari pendonor sebagai bentuk kemanusiaan,
namun memerlukan proses medis yang kompleks dan berbiaya sebelum dapat digunakan secara aman oleh pasien.
0 Komentar